GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Kepala BNNP Aceh: "Jika Saja Bandar Sabu Ini tidak Bawa Anak dan Istri, Sudah Saya Tembak"

Kepala BNNP Aceh: "Jika Saja Bandar Sabu Ini tidak Bawa Anak dan Istri, Sudah Saya Tembak"

Kepala BNNP Aceh: "Jika Saja Bandar Sabu Ini tidak Bawa Anak dan Istri, Sudah Saya Tembak" “Ini modus baru yang dil…

Kepala BNNP Aceh: "Jika Saja Bandar Sabu Ini tidak Bawa Anak dan Istri, Sudah Saya Tembak"

Kepala BNNP Aceh: "Jika Saja Bandar Sabu Ini tidak Bawa Anak dan Istri, Sudah Saya Tembak"

“Ini modus baru yang dilakukan bandar sabu ini dengan membawa serta istri dan anaknya.

Kepala BNNP Aceh: SERAMBINEWS.COM/SUBUR DANIKepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh Brigjen Pol Drs Faisal Abdul Naser MH

Laporan Misran Asri | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH â€" Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Aceh, mencium ada modus operandi baru yang dilakukan bandar sabu narkoba dengan membawa serta istri dan anak saat mengantar barang terlarang itu kepada pemesa nnya.

Hal itu dilakukan bandar sabu MN alias Gade (30) warga Kecamatan Peureulak, Aceh Timur yang ditangkap oleh petugas BNNP Aceh bekerja sama dengan BNN RI dan BNNK Aceh Tamiang, Senin (24/9) sekitar pukul 18.20 WIB.

“Ini modus baru yang dilakukan bandar sabu ini dengan membawa serta istri dan anaknya. Kalau saja waktu itu tidak ada istri dan anaknya sudah saya tembak dia saat ditangkap di Simpang Kapal, Aceh Tamiang,” tegas Kepala BNNP Aceh, Brigjen Pol Drs Faisal Abdul Naser MH saat menggelar konferensi pers, Kamis (24/9/2019).

Baca: Petani Edarkan Narkoba Ditangkap, Ini Jumlah Paket yang Ditemukan

Jenderal bintang satu ini menjelaskan dalam penangkapan itu, pelaku ditemani istri serta seorang anaknya dan seyogiayanya enam bal barang haram itu akan diantar ke pemesannya, berinisial Fa.

Waktu itu bandar MN bersama istri dan anaknya menaiki sepeda motor dan di dalam tas yang dikenakan MN, petugas mendapati barang bukti enam kg sabu-sabu yang telah dilakban kuning dan bertuliskan guanyiwang teh Cina.

“Pengakuan MN, barang haram itu disuruh antar oleh temannya berinisial IF. Untuk tersangka Fa dan IF saat ini sudah masuk DPO. Kepada dua pelaku yang masih buron, yakni Fad an IF, kami minta segera menyerahkan diri. Bila tidak kami akan ambil tindakan tegas dan terukur,” pungkas Brigjen Faisal.

Berita selengkapnya baca Harian Prohaba, edisi Jumat (28/9/2018).

Penulis: Misran Asri Editor: Yusmadi Sumber: Serambi Indonesia Ikuti kami di Sumber: Berita Aceh

No comments