Polisi Diminta Tangkap Agen yang Telantarkan 11 TKI Aceh | Liputan 24 Aceh

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Polisi Diminta Tangkap Agen yang Telantarkan 11 TKI Aceh

Posted by On 12:01 AM

Polisi Diminta Tangkap Agen yang Telantarkan 11 TKI Aceh

Polisi Diminta Tangkap Agen yang Telantarkan 11 TKI Aceh

H Sudirman yang akrab disapa Haji Uma, Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Aceh, meminta kepolisian

Polisi Diminta Tangkap Agen yang Telantarkan 11 TKI AcehH Sudirman alias Haji Uma

LHOKSUKON - H Sudirman yang akrab disapa Haji Uma, Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Aceh, meminta kepolisian di Aceh untuk menangkap agen ilegal penyalur tenaga kerja ke Malaysia karena sudah menipu sebelas Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Aceh sehingga telantar beberapa hari di Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat (Kalbar).

Haji Uma juga mengimbau kesebelas TKI tersebut untuk melaporkan kasus ini kepad a polisi setiba di Aceh nantinya. Hal itu disampaikan Haji Uma melalui telepon kepada Serambi saat ia menjumpai sebelas TKI Aceh tersebut di Kantor Daerah DPD RI Pontianak, Rabu (29/8). Haji Uma datang ke tempat itu dari Jakarta dengan satu tujuan, membantu pemulangan para TKI asal Aceh dengan pesawat udara.

Ia bahkan ikut melepas keberangkatan kesebelas warga Aceh itu dari Bandara Internasional Supadio Pontianak menuju Bandara Internasional Kualanamu di Deli Serdang, Sumatera Utara.

Anggota Komite II DPD RI itu juga meminta petugas Angkasa Pura Kualanamu untuk membantu memfasilitasi sebelas TKI asal Aceh itu setiba di bandara pukul 17.00 WIB kemarin.

“Saya juga sudah menyediakan satu mobil di Kualanamu untuk menjemput mereka supaya dapat diantar langsung ke rumahnya masing-masing di Aceh,” kata Haji Uma.

Setelah tiba di Aceh, kata Haji Uma, para TKI yang ditipu itu hendaknya segera membuat laporan ke polisi tentang kasus penipuan yang mereka alami. D engan demikian, agen dan kaki tangannya yang masih berada di Aceh segera ditangkap dan ke depan tak ada lagi jatuh korban dari Aceh. “Kita minta polisi segera meringkus calo dan agen TKI ilegal tersebut secepatnya,” pinta Haji Uma yang juga Wakil Ketua PURT.

Disebutkan, sebelum berangkat ke Malaysia kepada pekerja asal Aceh itu dijanjikan akan dipekerjakan pada sebuah perusahaan kelapa sawit di Malaysia dengan gaji Rp 9 juta per bulan. Tapi yang mereka terima hanya Rp 1 juta per bulan, bahkan dari jumlah yang diterima TKI itu masih ada pemotongan untuk sewa tempat tinggal dan biaya lainnya. “Karena itu mereka nekat kabur pada malam Lebaran Idul Adha dengan berjalan kaki selama tiga hari tiga malam dari kebun kelapa sawit itu, sehingga ditemukan petugas Polsek Entikong,” katanya.

Haji Uma juga menyebutkan dirinya sudah menghubungi Dinas Sosial Aceh untuk memperhatikan mereka sehingga mereka tidak kembali lagi ke Malaysia. “Saya juga sudah memotivasi dan mengin gatkan mereka agar kejadian yang sudah dialami tersebut menjadi pelajaran penting dan tak terulangi kembali,” pungkas Haji Uma.

Berdasarkan cerita Yuliannur, satu dari sebelas TKI Aceh tersebut, masih ada enam TKI Aceh yang terpaksa bekerja di perusahaan kelapa sawit di Malaysia. Tapi mereka tak bisa dikabur, karena dikawal oleh agen tersebut. “Jadi, polisi harus memutuskan mata rantai agen dan calo TKI ilegal tersebut sehingga tidak bertambah banyak korban,” harap Haji Uma. (jaf)

Editor: bakri Sumber: Serambi Indonesia Ikuti kami di Sumber: Berita Aceh

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »