KPU jangan Buat Gaduh Politik Aceh | Liputan 24 Aceh
www.AlvinAdam.com

Liputan 24 Aceh

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

KPU jangan Buat Gaduh Politik Aceh

Posted by On 3:55 AM

KPU jangan Buat Gaduh Politik Aceh

KPU jangan Buat Gaduh Politik Aceh

Pusat Analisis Kajian dan Advokasi Rakyat (PAKAR) Aceh menyorot Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI yang dinilai selalu membuat gaduh

KPU jangan Buat Gaduh Politik AcehISTMuhammad Khaidir

* Terkait Aturan Rangkap Keanggotaan Parpol

BANDA ACEH - Pusat Analisis Kajian dan Advokasi Rakyat (PAKAR) Aceh menyorot Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI yang dinilai selalu membuat gaduh politik di Aceh. Mulai dari penetapan aturan kuota caleg 100 persen, pelantikan komisioner KIP Aceh, dan terakhir soal rangkap keanggotaan partai politik (parpol) lokal.

“Terlihat jika KPU dalam mengambil keputusan selalu mengabaikan kekhususan Aceh, sehingga ujung-uju ngnya terjadi kegaduhan. Padahal di KPU ada komisionernya dari Aceh, yang lebih mengetahui kondisi politik dan kekhususan Aceh,” kata Direktur Eksekutif PAKAR Aceh, Muhammad Khaidir SH, kepada Serambi, Jumat (10/8).

Keputusan KPU terkini adalah membolehkan kader partai nasional (parnas) maju melalui partai lokal (parlok) tanpa perlu mundur dari jabatannya sebagai anggota dewan.

Menurut Khaidir, ketentuan itu melanggar Undang Undang Pemerintahan Aceh (UUPA) dan PP Nomor 20 Tahun 2007 tentang Partai Politik Lokal.

Di dalam UUPA, dia katakan, anggota partai lokal boleh merangkap sebagai anggota partai nasional apabila maju dalam pemilu nasional. PP Nomor 20 Tahun 2007 juga membolehkan rangkap keanggotaan terhadap kader partai lokal yang akan maju melalui parnas di pemilu nasional.

“Dari dua peraturan itu tidak ada diatur soal kader partai nasional yang akan maju melalui partai lokal. Artinya jika ada kader partai nasional maju melalui partai lokal, dia h arus keluar dari keanggotaan partai nasional,” ujarnya.

Keputusan KPU yang membolehkan kader parnas maju melalui parlok tanpa perlu mundur dari jabatannya sebagai anggota dewan, menurut Khaidir sangat janggal dan rancu.

“Dimana logikanya kader parnas dapat dipilih melalui parlok untuk pemilu? Sedangkan kegandaan anggota partai hanya dibolehkan antara parlok dengan parnas. Sikap KPU ini semakin membuat iklim politik di Aceh gaduh,” ujar Khaidir.

Untuk diketahui, KPU dalam suratnya tanggal 1 Agustus 2018, membolehkan anggota DPRA/DPRK yang mewakili partai politik lokal (parlok) maju ke DPR-RI melalui partai nasional (parnas), tanpa harus mundur.

Halaman selanjutnya 12
Editor: hasyim Sumber: Serambi Indonesia Ikuti kami di Sumber: < a href=http://aceh.tribunnews.com/2018/08/11/kpu-jangan-buat-gaduh-politik-aceh target="blank">Berita Aceh

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »