Dua Pejabat Disdik Aceh Barat Diperiksa Terkait Fee Proyek | Liputan 24 Aceh

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Dua Pejabat Disdik Aceh Barat Diperiksa Terkait Fee Proyek

Posted by On 10:48 AM

Dua Pejabat Disdik Aceh Barat Diperiksa Terkait Fee Proyek

Dua Pejabat Disdik Aceh Barat Diperiksa Terkait Fee Proyek

Polres Aceh Barat hingga Jumat (24/8) masih mendalami dugaan penerimaan fee/pungli proyek dana alokasi khusus (DAK) tahun 2018

Dua Pejabat Disdik Aceh Barat Diperiksa Terkait Fee ProyekInternetIlustrasi

* Pengembangan dari Penetapan Lima Tersangka

MEULABOH - Polres Aceh Barat hingga Jumat (24/8) masih mendalami dugaan penerimaan fee/pungli proyek dana alokasi khusus (DAK) tahun 2018 yang menyeret seorang pejabat Disdik Aceh Barat dan empat lainnya sebagai tersangka. Perkembangan terbaru menyebutkan pihak kepolisian pada Jumat kemarin memeriksa Sekretaris Disdik Aceh Barat, Drs Sabirin dan Kabid Program-nya, Ad hari SE.

Sabirin dan Adhari diperiksa di ruang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Aceh Barat. Mereka dicecar sejumlah pertanyaan baik soal proyek dana DAK 2018 juga dugaan pungli yang kini menjadi barang bukti serta dugaan pernah menerima fee dari proyek yang bermasalah tersebut beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, Kamis (23/8) seharusnya polisi memeriksa Kadisdik Aceh Barat, Bismi SPd, namun gagal karena yang bersangkutan dilaporkan sakit sehingga harus dirawat di rumah sakit. Pemeriksaan Kadisdik dijadwal ulang pada Senin (27/8).

Kapolres Aceh Barat, AKBP Raden Bobby Aria Prakasa yang ditanyai Serambi, Jumat kemarin mengatakan pihaknya masih mendalami kasus tersebut dan sudah memeriksa sejumlah pihak seperti sekdis, kabid, dan selanjutnya kepala dinas. “Masih terus didalami dan dikembangkan kasus itu,” kata Bobby.

Dikatakannya, pemeriksaan tersebut untuk memastikan dan menjadi bahan untuk menentukan apakah akan ada tersangka lain atau tidak dalam ka sus ini. Selain itu barang bukti (BB) berupa handphone dari kelima tersangka juga sudah disita oleh polisi. DPRK apresiasi

Ketua DPRK Aceh Barat, Ramli SE mengapresiasi kinerja kepolisian yang berhasil mengungkap praktik pungli dan fee proyek di lingkungan Pemkab Aceh Barat. “Kami memberikan apresiasi dan sangat menyambut baik. Ini salah satu langkah memberantas praktik korupsi di Aceh Barat,” kata Ramli kepada wartawan, Jumat kemarin.

Dikatakannya, dalam kasus ini polisi perlu menelusuri hingga ke akar-akarnya apakah terlibat pejabat lebih tinggi di Aceh Barat. Apalagi disebut-sebut adanya rekanan yang ditangkap dan bisa saja dana itu diserahkan kepada pejabat yang lebih tinggi.

Selain itu, kata Ramli, sesuai aturan dana DAK merupakan dana proyek swakelola yang seharusnya dikelola sendiri oleh sekolah. Namun anehnya kenapa malah terlibat rekanan sehingga patut dicurigai. “Usut tuntas kasus itu,” tandas Ramli.

Wakil Bupati Aceh Barat, H Banta Pute h Syam yang beberapa kali dihubungi ke nomor ponsel yang biasa digunakan tidak mengangkat telepon. Akibatnya belum diperoleh tanggapan terkait kasus dugaan pungli dan penerimaan fee proyek yang melibatkan pejabat Dinas Pendidikan Aceh Barat.

Halaman selanjutnya 12
Editor: hasyim Sumber: Serambi Indonesia Ikuti kami di Sumber: Berita Aceh

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »