Mahasiswa Desak Pemerintah Aceh Segera Bentuk Dewan Sawit | Liputan 24 Aceh

Liputan 24 Aceh

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Mahasiswa Desak Pemerintah Aceh Segera Bentuk Dewan Sawit

Posted by On 8:41 PM

Mahasiswa Desak Pemerintah Aceh Segera Bentuk Dewan Sawit

Mahasiswa Desak Pemerintah Aceh Segera Bentuk Dewan Sawit

Peristiwa anjloknya harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit yang kerap terjadi di Aceh ketika panen, menimbulkan keprihatinan berbagai pihak.

Mahasiswa Desak Pemerintah Aceh Segera Bentuk Dewan SawitSERAMBINEWS.COM/ZAINUN YUSUFAgen pengumpul sedang memuat Tandan Buah Segar (TBS) sawit ke dalam truk di Jalan 30, Kecamatan Babahrot, Kabupaten Abdya, belum lama ini. Harga TBS sawit di Kecamatan Babahrot dan Kuala Batee, Kabupaten Abdya anjlok hanya berkisar Rp 900 sampai Rp 930 per kg sampai posisi Selasa (29/5/2018).

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Peristiwa anjloknya harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit yang kerap terjadi di Aceh ketika panen, menimbulkan keprihatinan berbagai pihak.

Tidak hanya kalangan petani, para mahasiswa juga ikut urun rembuk memberikan saran terhadap persoalan itu.
Ketua Umum Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) UIN Ar-Raniry, Hafijal, melalui siaran pers kepada Serambinews.com, Jumat (29/6/2018) mengatakan, informasi diperoleh pihaknya, penurunan harga TBS sawit di Aceh mulai terjadi sejak sebulan terakhir.

“Beberapa hari ini bahkan harganya anjlok (turun drastis), berkisar Rp 700 per kg sampai dengan Rp 850 per kg di tingkat agen pengepul. Sementara saat dijual ke pabrik harganya Rp 980 per kg,” katanya.

Baca: Robot ROV Diturunkan, 10 Jasad Korban Tenggelamnya KM Sinar Bangun Terekam

Baca: Calon Jamaah Haji Aceh Jaya Berjumlah 47 Orang, Akan Bergabung dengan Jamaah dari 5 Daerah Lain

“Penurunan harga jual kelapa sawit ini sudah terjadi menjelang idul fitri dan harga jualnya tidak kunjung kembali stabil seperti semula meski Lebaran sudah berlalu,” tambah dia.

Menurut Hafijal, anjloknya harga sawit ini dipengaruhi oleh beberapa hal.
Pertama, banjir buah (panen besar) yang kedua permainan mafia/kartel sawit (pabrik) yang menetapkan harga sawit sesuka hatinya. “Persoalan ini terjadi setiap menjelang lebaran saban tahunnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, anjloknya harga sawit ini membuat petani menjerit dan meradang, sebab harga sawit seperti sekarang hanya cukup untuk menutupi biaya perawatan kebun.

Karena itu, kata Hafijal, pihaknya meminta Pemerintah Aceh untuk lebih peka dan segera merespon persoalan dan jeritan hati Masyarakat Aceh yang bermatapencaharian/menggantungkan hidupnya dari kebun sawit.
Masih dalam rilis yang sama, Ketua Biro Kajian Aksi dan Advokasi DEMA Fisip UIN Ar-Raniry, Hery Artanoga mendesak pemerintah Aceh, dalam hal ini Gubernur, DPRA, serta pihak-pihak terkait, duduk bersama mencari solusi dengan cara segera membentuk dewan sawit.

Baca: Mendengar Cerita Orang Palestina di Tepi Barat, Pangeran William : Kalian Tidak Dilupakan’

Baca: Hukum Main Tik Tok dan ML, Ini Penjelasan Ustaz Abdul Somad, Masih Mau Main?

Baca: Dikira Sebatang Kayu, Ternyata Benda Tersebut Makam Kuno Berusia 700 Tahun, Isinya Masih Utuh

“Selama ini Aceh belum memiliki lembaga sewan sawit seperti provinsi sentra penghasil sawit lainnya,” ujarnya.
Hery menjelaskan, dewan sawit adalah sebuah lembaga yang terdiri dari pemerintah provinsi, perwakilan petani dan pengusaha pabrik sawit, di mana setiap minggu mereka akan duduk bersama dan menetapkan harga TBS yang berlaku selama 1 minggu.

Dan menurut pantauan kami, tidak adanya dewan sawit di aceh menjadi celah yang sangat menguntungkan pengusaha/kartel sawit dalam mempermainkan harga beli sawit. Diharapkan dengan adaya dewan sawit, harga sawit di aceh a kan lebih stabil dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

*Simak juga video di bawah:

Penulis: Zainal Arifin M Nur Editor: Amirullah Sumber: Serambi Indonesia Ikuti kami di Sumber: Berita Aceh

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »