Ribuan Ha Tanaman Padi Terendam Air | Liputan 24 Aceh
www.AlvinAdam.com

Liputan 24 Aceh

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Ribuan Ha Tanaman Padi Terendam Air

Posted by On 5:50 PM

Ribuan Ha Tanaman Padi Terendam Air

Ribuan Ha Tanaman Padi Terendam Air

Bencana alam banjir di Bireuen berdampak luas. Belasan ruas jalan rusak, jembatan ambruk, puluhan unit rumah

Ribuan Ha Tanaman Padi Terendam AirKONDISI Pukesmas Kota Lhoksukon, Aceh Utara, masih terendam banjir dengan ketinggian satu meter lebih, Selasa (5/12). Aktifitas kesehatan di Kota Lhoksukon saat ini lumpuh akibat hujan dan meluapnya air Krueng Peutoe.

BIREUEN - Bencana alam banjir di Bireuen berdampak luas. Belasan ruas jalan rusak, jembatan ambruk, puluhan unit rumah rusak berat dan ringan. Selain itu, seluas 4 ribu hektare (Ha) lebih tanaman padi di sejumlah kecamatan terendam air, yang diperkirakan berpotensi puso. Petani haru s kembali menyemai benih.

Kepala Dinas Pertanian (Distan) Bireuen, Ir Alie Basyah melalui Kabid Tanaman Pangan, Ir Hj Meutia kepada Serambi, Selasa (5/12) mengatakan, banjir Bireuen berdampak luas di sektor pertanian musim tanam rendengan tahun ini. Dari hasil pendataan sementara para petugas lapangan, data sementara sekitar 4.282 hektare tanaman padi terendam banjir di 12 kecamatan setelah hujan deras mengguyur Bireuen dalam seminggu terakhir.

Tanaman padi yang terendam air yaitu di Kecamatan Juli, Kota Juang, Kuala, Peusangan, Peusangan Siblah Krueng dan Peusangan Selatan. Seterusnya Jangka, Makmur, Gandapura, Kutablang Jeumpa, dan Simpang Mamplam.

Tanaman padi yang terendam ada yang berusia satu minggu atau lebih, kemudian belasan ton benih yang sedang disemai juga terendam air dan berkemungkinan harus disemai ulang. Tanaman padi yang terendam air di Bireuen ada dua bagian. Bagian pertama adalah benih yang sedang disemai menunggu dicabut untuk ditanam di laha n seluas 1.811 hektare. Benih ini berpotensi tidak bisa digunakan lagi dan harus disemai ulang.

Kemudian tanaman padi yang baru ditanam atau sudah berusia satu minggu lebih mencapai 2.471 hektare. “Tanaman padi yang sudah disemai berpotensi puso. Petani harus menanam ulang setelah banjir surut,” ujarnya. Disebutkan, luas tanam musim rendengan Oktober 2017-Maret 2017 ditargetkan 22.513 hektare, realisasi tanam hingga minggu keempat November mencapai 3.614 hektare. Sebagian petani sedang menunggu masa tanam, karena usia benih di persemaian sudah waktunya dicabut, namun malah sebagian besar terendam banjir.

Banjir yang melanda 11 kecamatan di Kabupaten Bireuen, mengakibatkan ribuan warga mengungsi. Hingga Selasa (5/12) kemarin, ratusan jiwa korban banjir di dua kecamatan masih mengungsi. Sementara Pemerintah Aceh dan Pemkab Bireuen serta donatur telah menyalurkan bantuan masa panik.

Laporan yang diterima Serambi dari berbagai sumber tadi malam menyebutkan, dari 11 kecamatan yang dilanda banjir, warga di dua kecamatan masih mengungsi. Mereka berasal dari Kecamatan Makmur dan Gandapura. Mereka yang masih mengungsi di Kecamatan Makmur meliputi Desa Cot Kruet, yang mengungsi di meunasah desa setempat mencapai 102 KK (Kepala Keluarga). Lalu Desa Leubu Mee 108 KK mengungsi, Desa Leubu Cot 4 KK, Desa Trieng Gadeng 27 KK, serta warga Desa Ulee Gle 20 KK.

Sedangkan di Kecamatan Gandapura, warga yang masih mengungsi yaitu di Desa Blang Keudee sebanyak 40 KK atau 200 jiwa dan di Desa Lhok Mambang pengungsi mencapai 65 KK atau 260 Jiwa.

Sementara itu, korban banjir di sembilan desa lainnya di Bireuen sudah kembali ke rumahnya. Namun, mereka masih tetap waspada terhadap banjir susulan. Karena cuaca mendung dan hujan rintik-rintik masih terjadi di Kabupaten Bireuen. Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bireuen telah melakukan sejumlah upaya untuk membantu warga. Di antaranya dengan mendirikan tenda pengungsian dan m embuka dapur umum. Bantuan masa panik juga telah diserahkan kepada warga yang mengungsi.(c38)

Editor: bakri Sumber: Serambi Indonesia Ikuti kami di Sumber: Google News | Liputan 24 Bireuen

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »