GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Pusat Diminta Perbaiki Jalan Nasional Agara

Pusat Diminta Perbaiki Jalan Nasional Agara

Pusat Diminta Perbaiki Jalan Nasional Agara Anggota Komite II DPD RI asal Aceh, H Sudirman alias Haji Uma mendesak Direktorat Jenderal (Dirjen) Bina MargaSenin, 4 Desember 2017 09:27Do…

Pusat Diminta Perbaiki Jalan Nasional Agara

Pusat Diminta Perbaiki Jalan Nasional Agara

Anggota Komite II DPD RI asal Aceh, H Sudirman alias Haji Uma mendesak Direktorat Jenderal (Dirjen) Bina Marga

Pusat Diminta Perbaiki Jalan Nasional AgaraDokumen Serambi IndonesiaSudirman alias Haji Uma.

* Biaya Pemeliharaan Rp 2,8 M
* Kondisi Jalan Rusak Parah

KUTACANE - Anggota Komite II DPD RI asal Aceh, H Sudirman alias Haji Uma mendesak Direktorat Jenderal (Dirjen) Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), memperbaiki kondisi jalan nasional di Aceh Tenggara yang menghubungkan ke Sumatera Utara, khususnya di Kecamatan Semadam dan Kecamatan Lawe Sigala-gala, yang kond isinya rusak parah.

Kepada Serambi, Minggu, anggota Komite II DPD RI ini mengungkapkan bahwa dirinya langsung melakukan penelusuran informasi di lapangan bahwa kondisi jalan nasional Aceh Tenggara yang menghubungkan ke Sumatera memang bertaburan lubang. Kebanyakan lubang terdapat di sejumlah titik Ibu Kota Kecamatan Semadam, Lawe Beringin Gayo, Suka Makmur, Lawe Tua Makmur, Kampung Bakti, dan sejumlah titik ruas jalan nasional lainnya. “Saluran parit yang dibuat pun tidak optimal, sehingga air melimpah ke badan jalan nasional, khususnya di musim penghujan,” kata Haji Uma.

Padahal, Badan Pelaksanaan Jalan Nasional PJN I Aceh melalui pihak rekanan PT Gala Fila Mandiri (GFM) Kutacane telah melakukan pemeliharaan jalan nasional Gayo Lues-Aceh Tenggara-Sumut dengan menghabiskan anggaran mencapai Rp 2,8 miliar dari APBN. Namun, hasilnya kurang optimal dan tidak merata, sehingga muncul kerusakan lain dalam waktu cepat pada ruas jalan yang sama dan di titik ruas jalan lain nya.

Menurut Haji Uma, pihaknya telah berkomunikasi dengan pihak Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR melalui sambungan telepon guna menyampaikan masalah kerusakan jalan tersebut. Pihak Dirjen Bina Marga berjanji akan segera menindaklanjutinya. Namun, pihaknya akan terus mengawal supaya direalisasikan.

“Kondisi kerusakan jalan tersebut sudah sangat parah dan dapat berisiko tinggi bagi keamanan serta keselamatan masyarakat pengguna kendaraan roda dua, roda empat, dan kenderaan berbadan lebar lainnya. Pemerintah harus segera melakukan perbaikan guna terjaminnya asas keamanan dan keselamatan transportasi sebagaimana amanah Undang-undang Nomor 38 Tahun 2004, tentang Jalan,” kata Haji Uma.

Haji Uma berharap perbaikan jalan nasional di Aceh seperti di Kabupaten Tenggara, Gayo Lues, Bener Meriah, Takengon, dan daerah-daerah kabupaten lainnya di pesisir Aceh serta pantai Barat Selatan Aceh harus menjadi prioritas, apalagi di daerah perbatasan antar-provinsi. Sebagai p rasarana transportasi, jalan sangat penting dan berperan untuk kemajuan perekonomian daerah dan dengan kondisi jalan yang baik harapannya akan memberi dampak bagi kemakmuran masyarakat.

Terkait kondisi jalan yang dibiarkan rusak di Agara dan terkesan lemahnya pengawasan dari dinas terkait, pihaknya sebagai anggota Komite II DPD RI berharap agar Dirjen Bina Marga segera melakukan evaluasi sebagai sebagaimana amanah undang-undang. Selanjutnya Haji Uma juga berharap agar seluruh masyarakat berperan aktif dalam mengawasi penyelenggaraan jalan. “Karena pasal 62 Undang-undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan juga mengatur hak peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan jalan,” ungkap Sudirman.(as)

Editor: bakri Sumber: Serambi Indonesia Iku ti kami di Sumber: Google News | Liputan 24 Kutacane

No comments