Kementan Ultimatum Bupati | Liputan 24 Aceh

Liputan 24 Aceh

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Kementan Ultimatum Bupati

Posted by On 2:40 AM

Kementan Ultimatum Bupati

Kementan Ultimatum Bupati

Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menerima bantuan pengembangan tanaman jagung seluas 15 sampai 20 ribu

Kementan Ultimatum BupatiDIRJEN Tanaman Pangan, Sumarjo Gatot Irianto bersama Bupati Abdya, Akmal Ibrahim, Wakil Bupati Abdya, Muslizar MT, Direktur Serealia, M Ali Jamil, Kadis Pertanian dan Perkebunan Aceh, Hasanuddin Darjo, melakukan tanam perdana Rendengan 2017 menggunakan mesin di lahan persawahan Desa Drien Jalo, Kecamatan Tangan-Tangan, Sabtu (2/12).

* Terkait Bantuan Tanaman Jangung di Abdya

BLANGPIDIE - Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menerima bantuan pengembangan tanaman jagung seluas 15 sampai 20 ribu hekt are (ha) dari Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian. Bantuan itu diberikan disertai ultimatum bahwa data calon petani dan calon lahan (CPCL) harus masuk ke Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh paling lambat 7 Desember 2017.

Apabila Abdya tak memenuhinya, maka permintaan bantuan lainnya tidak akan dipenuhi. Ultimatum tersebut disampaikan Dirjen Tanaman Pangan Dr Ir Sumarjo Gatot Irianto MS DAA pada acara tanam perdana MT Rendengan 2017/2018 di Kabupaten Abdya yang dipusatkan di Desa DrienJalo, Kecamatan Tangan-Tangan, Sabtu (2/12).

Bantuan pengembangan tanaman jagung tersebut diberikan setelah melihat di Kabupaten Abdya masih banyak lahan kosong, seperti tegalan, termasuk lahan tepian aliran sungai. Dalam hal ini Dirjen Tanaman Pangan, selain membantu bibit jagung juga menyediakan pupuk dan pestisida atau obat-obatan pertanian. “Apa pun permintaan peralatan mesin mendukung program pertanian di Abdya siap kami penuhi, tapi ada syaratnya, yaitu target harus tercapai. Bila tidak, maka putus hubungan pertemanan,” ujar Dirjen Sumarjo Gatot Irianto.

Acara temu lapangan MT Rendengan 2017/2018 selain dihadiri Bupati Abdya, Akmal Ibrahim bersama anggota Forkopimkab dan jajaran Dinas Pertanian dan Pangan setempat, juga dihadiri Direktur Serealia pada Dirjen Tanaman Pangan Dr Ir M Ali Jamil MS PhD, Staf Ahli Kementerian Pertanian Bidang Lingkungan Muekti Sarjno, Kadis Pertanian dan Perkebunan Aceh Hasanuddin Darjo serta Dekan Fakultas Pertanian Unsyiah Dr Ir Agus Sabti MSi bersama tujuh dosen ahli pemurnian benih padi.

Komitmen terkait data CPCL tersebut diteken Kadis Pertanian dan Pangan Abdya Muslim Hasan di tasa materai 6.000 yang diisinya tentang kesanggupan menyediakan data CPCL untuk mengembangkan jagung seluas antara 15 sampai 20 ribu ha. Data tersebut paling lambat 7 Desember 2017 sudah harus masuk ke Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh.

Pernyataan tertulis itu mengetahui Bupati Akmal Ibrahim dan Kadis Perta nian dan Perkebunan Aceh Hasanudin Darjo. Pernyataan itu kemudian diserahkan Direktur Serealia pada Dirjen Tanaman Pangan M Ali Jamil kepada Bupati Akmal Ibrahim seusai acara temu lapangan disaksikan pejabat yang hadir.

Bupati Abdya Akmal Ibrahim menjelaskan setelah menjabat bupati sejak beberapa bulan lalu, sudah beberapa kali ia menemui Dirjen Tanaman Pangan di Jakarta. Dalam pertemuan itu pihaknya mengaku banyak permintaan. Seperti peralatan mesin dan benih pertanian untuk mengembalikan masa kejayaan sektor pertanian di Abdya.

Sebagian besar permintaan sudah dipenuhi Dirjen Tanaman Pangan dan sudah berada di Abdya. Seperti sejumlah traktor besar, sejumlah mesin tanam yang baru saja digunakan untuk tanam padi perdana serta bantuan benih padi. “Apa pun yang kita minta tetap diberikan, tapi disertai tantangan berupa target yang harus dicapai,” katanya

Menyangkut bantuan pengembangan tanaman jagung 20 ha dengan target data CPCL harus masuk 7 Desember, Bupati Akmal memerintahkan para camat dan keuchik harus bekerja keras mengejar target yang diberikan Dirjen Tanaman Pangan.

Pada kesempatan itu juga bupati mengumumkan kepada para kelompok tani dan keujruen yang hadir bahwa Dirjen Tanaman Pangan, Sumarjo Gatot Irianto sudah menyatakan akan membantu dua mesin pengering padi dan jagung kapasitas 10 ton per jam serta bantuan RMU atau mesin padi modern kapasitas besar.

Sementara itu Kadis Pertanian dan Tanaman Pangan Abdya Muslim Hasan dalam acara temu lapangan itu melaporkan luas areal sawah di Abdya 11.178 ha dengan target luas tanam MT Rendengan 2017/2018 sekitar 10.500 ha. Untuk produksi gabah dilaporkan terus meningkat. Tahun 2013 produksi rata-rata 6,7 ton Gabah Kering Giling (GKP) per ha meningkat tahun 2017 menjadi 7,8 ton GKP per ha.

Kebutuhan benih padi unggul untuk sawah seluas 5.000 ha dari APBN 2017 sudah disalurkan. Pengadaan benih untuk lahan seluas 2.000 ha dari APBK Abdya dan sisanya 3.000 ha bantuan Dirje n Tanaman Pangan dengan mekanisme transfer dana kepada rekening kelompok untuk membeli benih padi.(nun)

Editor: bakri Sumber: Serambi Indonesia Ikuti kami di Sumber: Google News | Liputan 24 Blangpidie

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »