Kapal Ikan Tenggelam Dihantam Badai Saat Berlabuh di Dermaga ... | Liputan 24 Aceh

Liputan 24 Aceh

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Kapal Ikan Tenggelam Dihantam Badai Saat Berlabuh di Dermaga ...

Posted by On 2:40 AM

Kapal Ikan Tenggelam Dihantam Badai Saat Berlabuh di Dermaga ...

Kapal Ikan Tenggelam Dihantam Badai Saat Berlabuh di Dermaga Pelabuhan Susoh

Semua kebutuhan 20 awak kapal dan minyak untuk 15 hari operasional sudah dimuat ke dalam kapal yang sudah tenggelam.

Kapal Ikan Tenggelam Dihantam Badai Saat Berlabuh di Dermaga Pelabuhan SusohSERAMBINEWS.COM/ZAINUN YUSUFPengelola Kapal Ikan, Armizi dan Panglima Laot Abdya, Hasanuddin usai memantau memantau kapal yang tenggelam akibat diterjang badai ketika berlabuh sekitar 200 meter dari dermaga Pelabuhan Sosuh, Sabtu (2/12/2017) dini hari.

Laporan Zainun Yusuf| Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Satu kapal penangkap ikan bernama Inkamina yang sedang b erlabuh di sekitar dermaga Pelabuhan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), tenggelam akibat diterjang badai, Sabtu (2/12/2017) dini hari.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun pengelola kapal ikan ukuran 30 GT itu mengalami kerugian yang cukup besar.

Pengelola Kapal Inkamina, Armizi ketika ditanyai Serambinews.com di lokasi, Sabtu (2/12/201) menjelaskan, kapal tersebut tenggelam sekitar pukul 02.00 WIB.

Kapal dengan Pawang Nasruddin itu sedianya bertolak Sabtu (2/12/2017) pagi ini dari dermaga Pelabuhan Susoh untuk menangkap ikan di kawasan perairan laut melewati Sinabang atau berjarak antara 250 sampai 300 mil.

(Baca: WNI Korban Kapal Tenggelam di Johor Malaysia Jadi 14 Orang)

(Baca: Menteri Susi Tenggelamkan 33 Kapal Pencuri Ikan di Natuna)

(Baca: Cuaca Buruk, Kapal Tak Bisa Berlayar, Pasokan Sayuran ke Simeulue Membusuk)

“Semua kebutuhan 20 awak kapal dan miny ak untuk 15 hari operasional sudah dimuat ke dalam kapal yang sudah tenggelam menghabiskan uang tidak kurang 23 juta rupiah,” kata Armizi didampingi Panglima Laot Abdya, Hasanuddin.

Ia merincikan, barang-barang yang tenggelam bersama kapal itu antara lain 56 set pukat jaring, satu mesin pembangkit listrik, 30 bola lampu dan panel, 50 jerigen minyak solar, 4 jerigen minyak bensin, dan 8 fiber untuk menampung 2 ton ikan basah.(*)

Penulis: Zainun Yusuf Editor: Safriadi Syahbuddin Sumber: Serambi Indonesia Ikuti kami di Sumber: Google News | Liputan 24 Blangpidie

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »