Jalan Bireuen-Takengon Amblas, Lintas KKA Longsor | Liputan 24 Aceh

Liputan 24 Aceh

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Jalan Bireuen-Takengon Amblas, Lintas KKA Longsor

Posted by On 2:39 AM

Jalan Bireuen-Takengon Amblas, Lintas KKA Longsor

Jalan Bireuen-Takengon Amblas, Lintas KKA Longsor

Jalan Bireuen-Takengon, tepatnya di Km 22, Desa Krueng Simpo, Kecamatan Juli, Bireuen

Jalan Bireuen-Takengon Amblas, Lintas KKA LongsorBupati Bireuen, H Saifannur meninjau jalan amblas dan longsor di lintas nasional Bireuen-Takengon, tepatnya Km 22 Desa Krueng Simpo, Kecamatan Juli, Bireuen, Minggu (3/12). SERAMBI/FERIZAL HASAN

BIREUEN - Jalan Bireuen-Takengon, tepatnya di Km 22, Desa Krueng Simpo, Kecamatan Juli, Bireuen, Minggu (3/12) amblas akibat longsor setelah kawasan itu diguyur hujan lebat dalam tiga hari terakhir. Akibatnya, arus lalu lintas dari dua arah lumpuh total sejak pukul 14.00 WIB. Hingga pukul 20.00 WIB t adi malam jalan itu belum bisa dilewati dan macet dari dua arah mencapai tiga kilometer.

Pantauan Serambi, jalan yang amblas tersebut mencapai 34 meter, lebar 11 meter, dan kedalamannya satu meter. Dari arah Bireuen, kemacetan mencapai 3 km, sedangkan dari arah Bener Meriah mencapai 5 km. Jalan itu amblas sejak pukul 02.00 WIB dan makin parah menjelang Subuh. Kemarin sore, jalan yang amblas tersebut mulai ditimbun, tapi belum tuntas. Sementara antrean kendaraan dari kedua arah sangat padat.

Empat damtruk hilir mudik mengangkut material untuk menimbun jalan yang amblas. Beberapa pekerja meratakan kerikil di lokasi tersebut menggunakan cangkul dan sekop. Menurut pengawas jalan Bireuen-Takengon, penimbunan jalan itu sementara untuk memperlancar arus lalu lintas.

Bupati Bireuen, H Saifannur bersama Bupati Bener Meriah Ahmadi terlihat di lokasi bersama pengawas Jalan Bireuen-Takengon, Sumardi. Sopir dan pengendara sepeda motor serta penumpang juga memenuhi lokasi ter sebut.

Saifannur mengatakan, untuk penanganan sementara jalan tersebut ditimbun dengan kerikil. “Meski timbunan sementara tak terjamin, namun harus kita lakukan untuk melancarkan arus lalu lintas,” katanya. Menurut Saifannur, untuk mencegah terjadinya longsor susulan, jalan nasional itu harus ditangani secara permanen, tidak hanya ditimbun.

Kadis Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Bireuen melalui Kabid Bina Marga, Fadli Amir menambahkan, salah satu penyebab jalan itu amblas adalah aliran air di bawah tanah tinggi.

Sementara itu, jalan KKA yang merupakan jalan lintas Aceh Utara ke Bener Meriah, Minggu (3/12) siang longsor. Longsor kali ini tepatnya di Km 32 dan Km 39, masih dalam wilayah Kecamatan Nisam, Aceh Utara. Sedangkan pada Jumat (1/12) sore, jalan lintas tersebut juga longsor, tepatnya di Km 42 yang juga masih dalam kawasan Nisam, Aceh Utara.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, longsor tersebut terjadi akibat tingginya curah hujan. Khu sus longsor yang terjadi di Km 39, hampir setengah badan jalan rusak, sehingga kendaraan masih bisa melintas. Sedangkan longsor terparah terjadi di Km 32, di mana hampir seluruh badan jalan ambruk, sehingga sangat sulit dilintasi mobil dan truk.

Kapolres Lhokseumawe, AKPB Hendri Budiman, melalui Kasat Lantas Iptu Mulyana, menyebutkan, setelah pihaknya mendapat laporan tentang adanya longsor langsung mengarahkan personel ke lokasi. Sampai di lokasi personel-personel tersebut langsung mengatur lalu lintas dan memasang cone. “Bersama masyarakat kami juga berupaya memperbaiki jalan agar bisa dilewati mobil,” pungkas Iptu Mulyana.

Dari Kuala Simpang dilaporkan, satu boat nelayan milik warga Desa Ujong Tanjong, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang , patah dihantam gelombang laut perairan Selat Malaka tiga hari lalu, sehingga Jamluddin (27) warga desa setempat hilang. Sampai Minggu (3/12) kemarin jasadnya belum juga ditemukan.

Halaman selanjutny a 12 Editor: bakri Sumber: Serambi Indonesia Ikuti kami di Sumber: Google News | Liputan 24 Takengon

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »