GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Berkah Badai Dahlia untuk Anak Gosong Telaga Barat

Berkah Badai Dahlia untuk Anak Gosong Telaga Barat

Berkah Badai Dahlia untuk Anak Gosong Telaga Barat SAMPAN kayu melaju pelan membelah gelombang Anak Laut Gosong Telaga yang tak kunjung tenangSenin, 4 Desember 2017 09:58Anak-an…

Berkah Badai Dahlia untuk Anak Gosong Telaga Barat

Berkah Badai Dahlia untuk Anak Gosong Telaga Barat

SAMPAN kayu melaju pelan membelah gelombang Anak Laut Gosong Telaga yang tak kunjung tenang

Berkah Badai Dahlia untuk Anak Gosong Telaga BaratAnak-anak mancing ikan kapuran (bekukon) menggunakan perahu di Anak Laut Gosong Telaga Singkil Utara, Aceh Singkil, Jumat (1/12).

SAMPAN kayu melaju pelan membelah gelombang Anak Laut Gosong Telaga yang tak kunjung tenang. Di atasnya tiga bocah belasan tahun duduk bersila sambil melempar canda. Sementara di belakang menyusul sampan yang didayung Iskandar membawa dua rekannya.

Enam kawanan bocah ingusan ini menggunakan dua perahu dayung mengikuti puluhan orang dewasa mem ancing ikan kapuran di Anak Laut Gosong Telaga, Singkil Utara, Aceh Singkil, Jumat (1/12) sore. Sampai di lokasi, mereka segera melempar kail. Sekira lima menit kemudian ikan kapuran seukuran empat jari langsung menyambar. Berikutnya tinggal kepiawaian menarik tali pancing agar tidak terlepas dari mulut sang ikan. Sebab ikan bekukon biasanya bergerombol ketika mencium umpan.

Sekitar tiga jam bocah belasan tahun itu melempar mata pancing, mereka mampu mendapat satu sampai dua kilogram ikan kapuran. “Kami pulang duluan, sudah banyak,” teriak Iskandar sambil mengangkat kantong kresek penuh ikan kepada Serambi yang ikut nimbrung memancing. Sementara itu Badai Dahlia memperburuk cuaca di tengah lautan sepanjang pekan. Tidak memungkinkan bagi nelaya memaksakan diri melaut.

Sedikit lega efek badai Dahlia tak terlalu mempengaruhi Anak Laut Gosong Telaga, lantaran terlindung daratan yang memisahkannya dengan lautan lepas. Anak Laut Gosong Telaga menjadi tumpuan mencari nafk ah bagi nelayan di Kecamatan Singkil Utara ketika cuaca ekstrem melanda. Gelombang pasang membawa berkah rezeki para pencari Anak Laut Gosong Telaga. Sebab saat gelombang mengaduk-ngaduk itulah ikan kapuran yang dalam bahasa setempat disebut kapur-kapur melimpah.

Uniknya, ikan kapuran dipanen dengan cara dipancing menggunakan umpan udang dikupas kulitnya lalu dipotong kecil-kecil. Atas alasan itulah puluhan perahu tak terkecuali perempuan dan anak-anak seperti Sehat dan Iskandar, ramai-ramai memancing ikan kapuran. “Dijaring bisa cuman dibandingkan lebih banyak hasilnya jika dipancing,” kata Oji yang dikenal cukup lihai memancing kapur-kapur. Ikan kapuran teksturnya sangat lunak.

Bahkan dalam kondisi hidup tubuhnya sangat mudah tersayat ketika mata pancing tersangkut cukup dalam. Warga biasanya menjual ikan kapuran Rp 25.000 per kilogram. Memancing ikan bekukon memberikan sensasi berbeda. Tali yang digunakan sangat halus, begitu juga dengan mata kail serta timah pe mberat ukuran mini. Sehingga tarikan ikan terasa kuat sampai-sampai harus menahan napas ketika menariknya agar tidak putus.

Memanen ikan kapuran di Anak Laut Gosong Telaga, tergolong istimewa. Pemancing selain merasakan betotan ikan juga bisa sekalian menikmati panorama alam terutama menjelang matahari tenggelam. Lokasinya pun dekat saja, tepat di pinggir Jalan Provinsi Singkil-Singkil Utara, kawasan Desa Gosong Telaga Barat.(dede rosadi)

Editor: bakri Sumber: Serambi Indonesia Ikuti kami di Sumber: Google News | Liputan 24 Singkil

No comments