Banjir Terjang Bambel | Liputan 24 Aceh

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Banjir Terjang Bambel

Posted by On 7:38 PM

Banjir Terjang Bambel

Banjir Terjang Bambel

Banjir bandang kembali menerjang kawasan Kecamatan Bambel, Kabupaten Aceh Tenggara (Agara)

Banjir Terjang BambelJalan Nasional Aceh Tenggara menghubungkan ke Sumatera Utara persis Desa Kuning I, Kecamatan Bambel, diterjang banjir, Senin (4/12). Ketinggian air mencapai satu meter. SERAMBI /ASNAWI

* Sekolah Diliburkan

KUTACANE - Banjir bandang kembali menerjang kawasan Kecamatan Bambel, Kabupaten Aceh Tenggara (Agara) pada Minggu (3/12) sore, sekitar pukul 18.30 WIB dan berlanjut sampai Senin (4/12) pagi. Bencana itu terjadi akibat tanggul jebol seusai hujan deras terus turun yang menyebabkan aliran air sungai meluap sampai ke pemukiman penduduk.

Kawasan terparah diterjang banjir terdapat di empat desa, yakni Kuning I, Pinding, Rikit dan Kute Buluh. Mulai Senin (4/12) jelang siang, warga mulai membersihkan rumahnya dari genangan lumpur dan material lainnya, terutama sampah.

Banjir yang juga menggenangi badan jalan provinsi dan kabupaten, serta nasional telah menyebabkan tiga sekolah dilibur pada Senin (4/12) yakni SDN Pinding, Ponpes Nurul Islam (MTSS) dan MAS Nurul Islam) Pinding serta SD Kuning. Air yang sempat mencapati setinggi satu meter mulai surut, tetapi dikhawatirkan akan kembali naik, jika hujan kembali turun.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Agara, Drs Syahrizal MSi mengatakan SDN Kuning, SDN Pinding dan Ponpes Nurul Islam Pinding, Kecamatan Bambel terpaksa diliburkan karena digenangi banjir. Dia berharap, seusai air surut, sekolah dibersihkan dari lumpur, sehingga aktivitas sekolah dapat kembali normal.

Sabrun, warga Desa pinding, korban banjir, Senin (4/12) mengatak an musibah banjir ini terjadi sejak Minggu (3/12) sekitar pukul 18.30 WIB hingga Senin (4/12) pagi. Dia mengakui seluruh korban banjir mengungsi di meunasah karena air masuk ke rumah, tetapi saat ini sudah surut dan mulai membersihkan genangan lumpur dan sampah.

Dia mengaku kecewa karena Pemkab Agara belum memberi bantuan masa panik, seperti lauk-pauk dan air bersih, sehingga mereka kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama makanan. “Kami tidak mungkin memasak, karena beras dan juga kayu bakar masih basah terendam banjir, sehingga meminta bantuan dari kerabat yang tidak terkena banjir,” katanya.

Marwan, korban Banjir di Desa Kuning I mengatakan seratusan rumah sempat terendam banjir dan puluhan hektare lahan pertanian masyarakat rusak terkena banjir. Dia berharap, Pemkab Agara memberi bantuan masa panik dan juga bibit tanaman, pengganti yang rusak diterjang banjir, terutama padi dan juga benih sayur-sayuran.

Sedangkan Kapolres Agara, AKBP Gugun Hard i Gunawan SIK MSi mengatakan telah mengerahkan 30 personel, termasuk Satlantas untuk mengatur arus lalulintas di kawasan banjir. Dikatakan, satu truk reo polisi juga disiapkan untuk mengangkut para pelajar dan masyarakat lokasi banjir ke tempat lebih aman.

Dia menyatakan telah siaga di lokasi sejak Minggu (3/12) malam sampai Senin (4/12) dinihari di Desa Kuning I dan sekitarnya untuk mengevakuasi korban banjir ke tempat pengungsian, walau masih di bawah guyuran hujan deras. “Kami akan terus membantu korban banjir, mulai dari mengevakuasi warga sampai hal lainnya,” katanya.

Halaman selanjutnya 12
Editor: bakri Sumber: Serambi Indonesia Ikuti kami di Sumber: Google N ews | Liputan 24 Kutacane

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »