Liputan 24 Aceh | Liputan 24 Indonesia

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

thumbnail

Posted by On 4:41 PM

Gelar Terapi Gratis di Blangpadang, Ahli Fisioterapi Banda Aceh Galang Dana untuk Korban Gempa Palu

Gelar Terapi Gratis di Blangpadang, Ahli Fisioterapi Banda Aceh Galang Dana untuk Korban Gempa Palu

Masyarakat Aceh juga pernah merasakan duka mendalam seperti yang dialami masyarakat Palu dan Donggala.

Gelar Terapi Gratis di Blangpadang, Ahli Fisioterapi Banda Aceh Galang Dana untuk Korban Gempa PaluIFI Banda AcehIkatan Fisioterapi Indonesia (IFI) Cabang Banda Aceh mengadakan bakti sosial sekaligus penggalangan dana untuk korban gempa Palu dan Donggala, Minggu (4/11/2018) di Lapangan Blangpadang, Banda Aceh.

Laporan Eddy Fitriady | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Ikatan Fisioterapi I ndonesia (IFI) Cabang Banda Aceh mengadakan bakti sosial sekaligus penggalangan dana untuk korban gempa Palu dan Donggala, Minggu (4/11/2018).

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Lapangan Blangpadang, Banda Aceh.

Melalui kegiatan tersebut terkumpul dana sebesar Rp 10.247.000.

Dana itu diperoleh dari donatur, sumbangan fisioterapis, dan juga dari aksi penggalangan dana oleh mahasiswa Akfis Harapan Bangsa Banda Aceh.

Ketua Umum IFI Cabang Banda Aceh, Maidatul Akmal AMF dalam rilis kepada Serambinews.com mengatakan, kegiatan tersebut diisi dengan konsultasi, pemeriksaan, dan penanganan fisioterapi secara gratis bagi donatur yang menyumbang darah.

"Kegiatan amal ini sebagai wujud solidaritas fisioterapis untuk membantu saudara kita yang sedang tertimpa musibah," ujarnya,.

Disebutkan, kegiatan itu dihadiri 117 fisioterapis yang bekerja di instansi pemerintah maupun swasta.

Maidatul Akmal menambahkan, masyarakat Aceh juga p ernah merasakan duka mendalam seperti yang dialami masyarakat Palu dan Donggala.

Sehingga sudah sewajarnya Aceh ikut membantu meringankan beban masyarakat di Sulawesi Tengah itu.

"Kami sangat prihatin dengan penderitaan yang sedang dialami korban gempa dan tsunami. Ini wujud kepedulian dan tenggang rasa fisioterapis terhadap sesama," jelasnya.

Musfriatun Mengaku Sempat Terseret ke Dasar Laut, Tak Pejamkan Mata Saat Digulung Ombak Tsunami Palu

Demi Jalankan Misi Kemanusiaan di Palu, Suami Tinggalkan Istri Sakit hingga Akhirnya Meninggal

5.000 Orang Masih Tertimbun di Palu dan Kesaksian tentang Orang-orang Hilang Ditelan Bumi

Hal serupa juga dikatakan Koordinator Bakti Sosial Fisioterapi, Muhammad Abdi Amd FT.

Selain menggalang dana, pihaknya juga mendapat donor darah sebanyak 61 kantong .

"Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih atas respons masyarakat yang san gat luar biasa. Insya Allah dana yang terkumpul akan segera kami salurkan," kata dia.(*)

Kisah Pemuda Aceh Tengah tak Bersalah Setelah Ditahan 7 Bulan 25 Hari dan Dituntut 16 Tahun Penjara

Kawanan Gajah Mengamuk dan Kejar Warga di Geumpang Pidie, Tiga Santri Pingsan

Ayah Penumpang Lion Air Asal Aceh: Apa Saja yang Ditemukan Tetap Saya Kuburkan di Kampung Halaman

Penulis: Eddy Fitriadi Editor: Safriadi Syahbuddin Sumber: Serambi Indonesia Ikuti kami di Video PilihanSumber: Berita Aceh

thumbnail

Posted by On 4:41 PM

Syirkatun Nisa, Geliat Ekonomi Kreatif Wanita Aceh

Liputan6.com, Aceh Utara - Kekuatan seni yang tinggi dengan guratan motif Aceh yang kental menghias, menjadikan tas Aceh produk kelompok usaha wanita Syirkatun Nisa menjadi terkenal dan melanglang buana ke berbagai negara.

Produk tas motif Aceh yang di produksi oleh kelompok yang bermarkas di Gampong Meunasah Rayeuk, Kecamatan Nisam, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, tidak hanya satu jenis saja akan tetapi beragam model dan bentuk yang menarik dan menggoda mata. Mulai dari model tas sandang, dompet hingga koper di produksi oleh kelompok usaha wanita ini dengan ragam keindahan perpaduan warna benang-benang indah yang membentuk motif khas Aceh.

Menarik menelusuri sejarah perjalanan tas motif etnik Aceh ini hingga dikenal, baik di dalam negeri maupun mulai menarik di pasar manca negara. Terlebih lagi, tas motif Aceh ini, diproduksi oleh sebuah kelompok usaha wanita di sebuah desa pedalama n di Aceh Utara.

Mendatangi tempat usaha pembuatan tas tersebut, aroma dan suasana tempat produksinya begitu terasa. Sejak awal masuk di gerbang desa hingga kita menemui lokasi usahanya.

  • Kisah Pemuda Suku Kamoro, Tinggal di Gorong-gorong Hingga Bergelar Doktor
  • Ketika Pemuda Jadi Relawan dan Menghempas Hedonisme
  • Ingat Masa Kecil, Kakek Surapati Luncurkan Inovasi Kincir Angin

Suara mesin jahit yang berderit bagai nada, sembari terlihat tangan-tangan cekatan dan terlatih mengarah hingga menyusun pola-pola yang dibentuk pada guratan kain prada untuk membentuk lekuk liku motif etnik ke Acehan.

Inilah lokasi kelompok usaha Syirkatun Nisa yang memproduksi beragam tas tradisional yang sarat dengan motif etnik keacehannya. Kelompok yang diketuai oleh wanita yang bernama Nailatul Amal itu, seiring waktu terus bergeliat dalam memproduksi karya seninya hingga tembus keberbagai acara dan pameran serta meningkatnya nilai penjualan .

Beberapa produk tas bordir yang mereka produksi di antaranya adalah tas pakaian besar, tas pakaian bayi, tas Nano (tas pakaian dengan ukuran kecil), tas ransel dan dompet.

Produk tas bordir memiliki pasar yang lebih luas. Saat ini, jumlah permintaan ekspor terus meningkat setiap bulannya, bahkan beberapa permintaan dari pasar ekspor terus berdatangan. Begitu juga permintaan yang berasal dari pasar lokal disejumlah provinsi lainnya di Indonesia.

Keberhasilan kelompok Syirkatun Nisa tidak terlepas dari peran bapak angkat yang membina dan membantu.

Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Lhokseumawe melalui program Klaster Industri Kreatif, sejak 2016 telah mulai membina kelompok usaha wanita tersebut. Beragam ketrampilan dan pengetahuan tentang penguatan kelompok usaha terus di injeksi oleh KPw BI Lhokseumawe.

Mulai dari Bantuan Teknis (Bantek) berupa pelatihan manajemen dan kelembagaan kelompok usaha. Pelatihan pelaporan keuangan kelompok, pel atihan pengelolaan keuangan keluarga, pelatihan desain model tas dan diikutsertakan dalam studi banding terhadap produk sejenis yang telah lebih dulu berkembang. Serta memberikan bantuan berupa mesin dan alat kerja kepada kelompok tersebut mulai dari mesin jahit, mesin potong, bordir dan bantuan alat-alat dan bahan kerja lainnya.

Tidak hanya sampai di situ, KPw Bank Indonesia Lhokseumawe juga mendukung kelompok usaha ini dengan promosi melalui berbagai kegiatan dan pameran produk industri kreatif, yang digelar di dalam maupun di luar daerah.

"Baik yang digelar oleh Bank Indonesia maupun yang diselenggarakan oleh pihak lain," kata Kepala KPw BI Lhokseumawe Yufrizal, dilansir Antara.

Terakhir saat pelaksanaan pertemuan International Monetery Fund (IMF) di Nusa Dua Bali. Tas motif Aceh, hasil produksi kelompok usaha Syirkatun Nisa yang ikut mengisi galeri stand UMKM pada pertemuan tersebut, ikut diborong oleh peserta kegiatan dari berbagai negara. Seti ap waktu rehat peserta dari berbagai delegasi menyempatkan diri bertandang ke stand UMKM Binaan BI Khokseumawe.

"Mereka umumnya melihat-lihat tas produksi motif Aceh, produksi Syirkatun Nisa yang merupakan UMKM binaan BI Lhokseumawe. Mereka juga tertarik dengan tas tradisional khas Aceh yang memiliki keunikan tersendiri namun modis dalam segala suasana," ujar Yufrizal.

Sejumlah pengunjung yang berasal dari berbagai negera, sempat berpikir bahwa tas dengan bentuk dan motif tradisional tersebut, diproduksi oleh pengrajin di Bali. Akan tetapi setelah dijelaskan bahwa produksi tas tersebut berasal dari Aceh, sebuah provinsi paling barat Indonesia, mereka semakin kagum.

"Alhasil, dari 345 item barang yang dibawa dari Aceh, sampai hari ini hanya tersisa lima item saja, sedangkan yang lainnya semua habis terjual," kata Yufrizal.

Hasilnya, dengan gencarnya promosi dan diikutersertakan pada berbagai kegiatan dan pameran oleh KPw BI Lhokseum awe, produk Syirkatun Nisa semakin dikenal oleh masyarakat konsumen. Tidak hanya di dalam daerah, akan tetapi dikenal juga di luar Aceh bahkan mulai menjamah pasar mancanegara.

2 dari 2 halaman

Berawal dari Desa

Hijab
Ilustrasi hijab (Foto: unsplash)

Usaha Syirkatun Nisa berawal dari usaha rumahan yang dilakukan oleh beberapa wanita desa, akhirnya menjelma menjadi produsen produk industri kreatif yang bernilai seni tinggi sekaligus menjadi lapangan kerja baru.

Ketua kelompok Syirkatun Nisa, Nailatul Amal, tidak menyangka jika usaha yang dibangun dengan susah payah kini telah berbuah manis. Senyum bahagia tak pernah surut dari raut wajah wanita paruh baya tersebut, kala setiap kali matanya menatap hajat yang tersampaikan.

Rasa syukur usaha yang dirintisnya dan dilakoni bersama wanita di desanya tersebut semakin membuah hasil. Karena dirinya sadar semua tidak pernah terjadi dengan sendirinya. Semua butuh waktu dan butuh proses dan satu hal yang penting adalah butuh usaha dan doa.

Wanita yang berusia 38 tahun itu berkisah, kelompok ini dibentuk pada tahun 2012 masih belum terlalu bergeliat. Atas inisiatif dirinya dan beberapa rekannya yang lain di desanya, beberapa wanita yang memiliki ketrampilan dasar menjahit bersatu dan membentuk kelompok.

Di awal pembentukan begitu berat tantangan yang dihadapi, dimana tantangan terbesar yang dihadapi adalah kepercayaan diri untuk mampu. Menyakinkan anggota kelompok untuk tetap optimis bukanlah hal mudah karena saat itu semua serba terbatas, tidak seperti kelompok Syirkatun Nisa sekarang yang telah dikenal.

Dengan semangat yang terpatri kuat dalam benaknya untuk tetap bisa, menjadi suplemen bagi Nailatul Amal tetap bertahan dengan keyakinannya. Karena dirinya optimis, kelak kelompok Syirkatun Nisa akan menjadi sebuah kelompok usaha yang mampu m enunjukkan eksistensinya.

Tahun kian berselang, Nailatul Amal bersama dengan rekan-rekannya terus mencoba menghadirkan produk dengan jumlah dan kualitas yang dimilikinya saat itu. Akibat minimnya pengetahuan di bidang model dan desain dan juga relasi.

Produk kelompok Syirkatun Nisa hanya mampu bertengger di etalase toko lokal. Nalaitul Amal, tidak patah arang meski hasil yang didapat sangat minim. Bahkan membuatnya terus termotivasi untuk berkarya dan kelak pasti ada yang akan melirik usaha kelompoknya.

Tahun 2016, tak dilupakan oleh kelompok yang berjumlah 30 orang anggota tersebut, karena sejak saat itu, KPw Bank Indonesia Lhokseumawe, membentuk Klaster Industri Kreatif pada Kelompok Syirkatun Nisa.

Pembentukan Klaster didasari dengan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Disperindag Kab. Aceh Utara No.18/19/Lsm/P/B dan No.530/377/2016 tanggal 26 September 2016, karena menjadi awal berkembangnya usaha kelompok Syirkatun Nisa.

Kini anggota kelompok S yirkatun Nisa hidupnya menjadi lebih baik. Taraf kehidupan yang disandingkan dengan jumlah pendapatan cocok sudah.

Setiap bulannya mereka mampu memperoleh penghasilan antara Rp3 juta hingga Rp 6 juta perbulan. Di antara anggota kelompok tersebut, ada yang sudah mampu membangun rumah, menyekolahkan anaknya dengan baik dan juga membantu kebutuhan kehidupan sehari-sehari.

Seperti diungkapkan oleh Dahniar (34), salah seorang anggota kelompok Syirkatun Nisa. Wanita yang tinggal di Dusun Balee Sukon, Gampong Blang Karing, Kecamatan Nisam, Aceh Utara, yang memiliki cacat fisik seumur hidup yang sulit berjalan itu, sudah empat tahun bergabung dengan kelompok usaha wanita tersebut.

Sebelum bergabung dengan kelompok usaha Syirkatun Nisa, Dahniar telah melakukan pekerjaannya sebagai pengrajin bordir. Namun jerih payah yang didapatnya sangat rendah serta tidak sebanding dengan peluh keringatnya yang keluar.

Namun, sejak bergabung dengan kelompok usaha Syirkatun N isa, penghasilannya mulai meningkat dan mulai mengubah kehidupannya dan keluarganya menjadi lebih baik, karena penghasilan yang didapat jauh lebih lumanyan jika dibandingkan sebelumnya.

Dengan penghasilannya itu pula, Dahniar mencukupi kebutuhan ibu dan adik-adiknya. mulai dari kebutuhan makan sehari-hari hingga pendidikan adik-adiknya juga terbantu olehnya.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh beberapa anggota kelompok usaha lainnya yang mengaku sangat terbantu dari segi ekonomi karena meningkatnya permintaan produk industri kreatif yang mereka hasilkan kian mendapat tempat di hati konsumen.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Edi Wahyuni, seorang petani yang mampu membuat pupuk cair organik.

Sumber: Berita Aceh

thumbnail

Posted by On 4:41 PM

Ini Jadwal Safari Dakwah Ustadz Abdul Somad ke Aceh Selatan

Ini Jadwal Safari Dakwah Ustadz Abdul Somad ke Aceh Selatan

"Setelah usai mengisi tausiah, selanjutnya di agendakan jadwal malam harinya mengisi Tabliq Akbar di Kota Tapaktuan,"

Ini Jadwal Safari Dakwah Ustadz Abdul Somad ke Aceh SelatanSERAMBINEWS.COM/BUDI FATRIAUstaz Abdul Somad mengisi tabligh akbar di Lapangan Tugu Darussalam, Banda Aceh, Selasa (3/7/2018).

Laporan Taufik Zass | Aceh Selatan

SERAMBINEWS.COM, TAPAKTUAN - Ustaz Abdul Somad (UAS), dijadwalkan akan bersafari dakwah di Labuhanhaji Barat, Kabupaten Aceh Selatan pada Senin (26/11/2018) sore.

Kehadiran ustadz kondang ini ke Aceh Selatan dalam rangka mengisi Tausiah Tabl iq Akbar Maulid Nabi Muhammad SAW.

“Beliau dijadwalkan mengisi Tabliq Akbar di Komplek Ponpes/Dayah Darul Wustha Labuhanhaji Barat, Kabupaten Aceh Selatan," kata Wakil Pimpinan II Ponpes/Dayah Darul Wustha, Tgk H Lukmanul Hakim.

Baca: Tata Cara dan Rukun Mandi Junub Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW, Simak Penjelasan Ustaz Somad

Ditambahkannya, kepastian ini diperoleh melalui hasil koordinasi dengan Ketua Umum IKAT Aceh, Ustadz H Fadhil Rahmi Lc.

"Ustadz Abdul Somad dijadwalkan akan ke Kompleks Dayah Darul Wustha Ujung Padang Labuhanhaji Barat pada akhir November 2018," ungkap Tgk H Lukman.

Panitia pelaksana tabliqh akbar, lanjutnya, terus memastikan kehadiran ustadz kondang ini ke Aceh Selatan.

Baca: Ustad Abdul Somad akan Mengisi Tabligh Akbar di Gayo Lues, Ini Jadwalnya

Kehadiran Ustadz Abdul Somad, agenda untuk bersilaturahmi dengan Pimpinan Dayah Darul Wustha dan sekaligus mengisi T ausiah dalam rangka perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Ia menambahkan kegiatan dakwah ini mendapat dukungan penuh Pemkab Aceh Selatan.

Sementara saat ini, panitia sedang melakukan berbagai persiapan menyambut kedatangan ulama muda ini.

Baca: Bulan Ini, Ustaz Abdul Somad (UAS) Dijadwalkan Ceramah di Subulussalam

Bupati Aceh Selatan akan ikut serta bersama-sama dalam penyambutan kedatangan Ustadz Abdul Somad di Kompleks Dayah Darul Wustha.

"Setelah usai mengisi tausiah, selanjutnya di agendakan jadwal malam harinya mengisi Tabliq Akbar di Kota Tapaktuan," pungkas Tgk H Lukman.(*)

Penulis: Taufik Zass Editor: Hadi Al Sumaterani Sumber: Serambi Indonesia Ikuti kami di Video PilihanSumber: Berita Aceh

thumbnail

Posted by On 4:41 PM

Ini Jadwal Safari Dakwah Ustadz Abdul Somad ke Aceh Selatan

Ini Jadwal Safari Dakwah Ustadz Abdul Somad ke Aceh Selatan

"Setelah usai mengisi tausiah, selanjutnya di agendakan jadwal malam harinya mengisi Tabliq Akbar di Kota Tapaktuan,"

Ini Jadwal Safari Dakwah Ustadz Abdul Somad ke Aceh SelatanSERAMBINEWS.COM/BUDI FATRIAUstaz Abdul Somad mengisi tabligh akbar di Lapangan Tugu Darussalam, Banda Aceh, Selasa (3/7/2018).

Laporan Taufik Zass | Aceh Selatan

SERAMBINEWS.COM, TAPAKTUAN - Ustaz Abdul Somad (UAS), dijadwalkan akan bersafari dakwah di Labuhanhaji Barat, Kabupaten Aceh Selatan pada Senin (26/11/2018) sore.

Kehadiran ustadz kondang ini ke Aceh Selatan dalam rangka mengisi Tausiah Tabl iq Akbar Maulid Nabi Muhammad SAW.

“Beliau dijadwalkan mengisi Tabliq Akbar di Komplek Ponpes/Dayah Darul Wustha Labuhanhaji Barat, Kabupaten Aceh Selatan," kata Wakil Pimpinan II Ponpes/Dayah Darul Wustha, Tgk H Lukmanul Hakim.

Baca: Tata Cara dan Rukun Mandi Junub Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW, Simak Penjelasan Ustaz Somad

Ditambahkannya, kepastian ini diperoleh melalui hasil koordinasi dengan Ketua Umum IKAT Aceh, Ustadz H Fadhil Rahmi Lc.

"Ustadz Abdul Somad dijadwalkan akan ke Kompleks Dayah Darul Wustha Ujung Padang Labuhanhaji Barat pada akhir November 2018," ungkap Tgk H Lukman.

Panitia pelaksana tabliqh akbar, lanjutnya, terus memastikan kehadiran ustadz kondang ini ke Aceh Selatan.

Baca: Ustad Abdul Somad akan Mengisi Tabligh Akbar di Gayo Lues, Ini Jadwalnya

Kehadiran Ustadz Abdul Somad, agenda untuk bersilaturahmi dengan Pimpinan Dayah Darul Wustha dan sekaligus mengisi T ausiah dalam rangka perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Ia menambahkan kegiatan dakwah ini mendapat dukungan penuh Pemkab Aceh Selatan.

Sementara saat ini, panitia sedang melakukan berbagai persiapan menyambut kedatangan ulama muda ini.

Baca: Bulan Ini, Ustaz Abdul Somad (UAS) Dijadwalkan Ceramah di Subulussalam

Bupati Aceh Selatan akan ikut serta bersama-sama dalam penyambutan kedatangan Ustadz Abdul Somad di Kompleks Dayah Darul Wustha.

"Setelah usai mengisi tausiah, selanjutnya di agendakan jadwal malam harinya mengisi Tabliq Akbar di Kota Tapaktuan," pungkas Tgk H Lukman.(*)

Penulis: Taufik Zass Editor: Hadi Al Sumaterani Sumber: Serambi Indonesia Ikuti kami di Video PilihanSumber: Berita Aceh

thumbnail

Posted by On 4:41 PM

Gelar Terapi Gratis di Blangpadang, Ahli Fisioterapi Banda Aceh Galang Dana untuk Korban Gempa Palu

Gelar Terapi Gratis di Blangpadang, Ahli Fisioterapi Banda Aceh Galang Dana untuk Korban Gempa Palu

Masyarakat Aceh juga pernah merasakan duka mendalam seperti yang dialami masyarakat Palu dan Donggala.

Gelar Terapi Gratis di Blangpadang, Ahli Fisioterapi Banda Aceh Galang Dana untuk Korban Gempa PaluIFI Banda AcehIkatan Fisioterapi Indonesia (IFI) Cabang Banda Aceh mengadakan bakti sosial sekaligus penggalangan dana untuk korban gempa Palu dan Donggala, Minggu (4/11/2018) di Lapangan Blangpadang, Banda Aceh.

Laporan Eddy Fitriady | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Ikatan Fisioterapi I ndonesia (IFI) Cabang Banda Aceh mengadakan bakti sosial sekaligus penggalangan dana untuk korban gempa Palu dan Donggala, Minggu (4/11/2018).

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Lapangan Blangpadang, Banda Aceh.

Melalui kegiatan tersebut terkumpul dana sebesar Rp 10.247.000.

Dana itu diperoleh dari donatur, sumbangan fisioterapis, dan juga dari aksi penggalangan dana oleh mahasiswa Akfis Harapan Bangsa Banda Aceh.

Ketua Umum IFI Cabang Banda Aceh, Maidatul Akmal AMF dalam rilis kepada Serambinews.com mengatakan, kegiatan tersebut diisi dengan konsultasi, pemeriksaan, dan penanganan fisioterapi secara gratis bagi donatur yang menyumbang darah.

"Kegiatan amal ini sebagai wujud solidaritas fisioterapis untuk membantu saudara kita yang sedang tertimpa musibah," ujarnya,.

Disebutkan, kegiatan itu dihadiri 117 fisioterapis yang bekerja di instansi pemerintah maupun swasta.

Maidatul Akmal menambahkan, masyarakat Aceh juga p ernah merasakan duka mendalam seperti yang dialami masyarakat Palu dan Donggala.

Sehingga sudah sewajarnya Aceh ikut membantu meringankan beban masyarakat di Sulawesi Tengah itu.

"Kami sangat prihatin dengan penderitaan yang sedang dialami korban gempa dan tsunami. Ini wujud kepedulian dan tenggang rasa fisioterapis terhadap sesama," jelasnya.

Musfriatun Mengaku Sempat Terseret ke Dasar Laut, Tak Pejamkan Mata Saat Digulung Ombak Tsunami Palu

Demi Jalankan Misi Kemanusiaan di Palu, Suami Tinggalkan Istri Sakit hingga Akhirnya Meninggal

5.000 Orang Masih Tertimbun di Palu dan Kesaksian tentang Orang-orang Hilang Ditelan Bumi

Hal serupa juga dikatakan Koordinator Bakti Sosial Fisioterapi, Muhammad Abdi Amd FT.

Selain menggalang dana, pihaknya juga mendapat donor darah sebanyak 61 kantong .

"Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih atas respons masyarakat yang san gat luar biasa. Insya Allah dana yang terkumpul akan segera kami salurkan," kata dia.(*)

Kisah Pemuda Aceh Tengah tak Bersalah Setelah Ditahan 7 Bulan 25 Hari dan Dituntut 16 Tahun Penjara

Kawanan Gajah Mengamuk dan Kejar Warga di Geumpang Pidie, Tiga Santri Pingsan

Ayah Penumpang Lion Air Asal Aceh: Apa Saja yang Ditemukan Tetap Saya Kuburkan di Kampung Halaman

Penulis: Eddy Fitriadi Editor: Safriadi Syahbuddin Sumber: Serambi Indonesia Ikuti kami di Video PilihanSumber: Berita Aceh

thumbnail

Posted by On 4:41 PM

Syirkatun Nisa, Geliat Ekonomi Kreatif Wanita Aceh

Liputan6.com, Aceh Utara - Kekuatan seni yang tinggi dengan guratan motif Aceh yang kental menghias, menjadikan tas Aceh produk kelompok usaha wanita Syirkatun Nisa menjadi terkenal dan melanglang buana ke berbagai negara.

Produk tas motif Aceh yang di produksi oleh kelompok yang bermarkas di Gampong Meunasah Rayeuk, Kecamatan Nisam, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, tidak hanya satu jenis saja akan tetapi beragam model dan bentuk yang menarik dan menggoda mata. Mulai dari model tas sandang, dompet hingga koper di produksi oleh kelompok usaha wanita ini dengan ragam keindahan perpaduan warna benang-benang indah yang membentuk motif khas Aceh.

Menarik menelusuri sejarah perjalanan tas motif etnik Aceh ini hingga dikenal, baik di dalam negeri maupun mulai menarik di pasar manca negara. Terlebih lagi, tas motif Aceh ini, diproduksi oleh sebuah kelompok usaha wanita di sebuah desa pedalama n di Aceh Utara.

Mendatangi tempat usaha pembuatan tas tersebut, aroma dan suasana tempat produksinya begitu terasa. Sejak awal masuk di gerbang desa hingga kita menemui lokasi usahanya.

  • Kisah Pemuda Suku Kamoro, Tinggal di Gorong-gorong Hingga Bergelar Doktor
  • Ketika Pemuda Jadi Relawan dan Menghempas Hedonisme
  • Ingat Masa Kecil, Kakek Surapati Luncurkan Inovasi Kincir Angin

Suara mesin jahit yang berderit bagai nada, sembari terlihat tangan-tangan cekatan dan terlatih mengarah hingga menyusun pola-pola yang dibentuk pada guratan kain prada untuk membentuk lekuk liku motif etnik ke Acehan.

Inilah lokasi kelompok usaha Syirkatun Nisa yang memproduksi beragam tas tradisional yang sarat dengan motif etnik keacehannya. Kelompok yang diketuai oleh wanita yang bernama Nailatul Amal itu, seiring waktu terus bergeliat dalam memproduksi karya seninya hingga tembus keberbagai acara dan pameran serta meningkatnya nilai penjualan .

Beberapa produk tas bordir yang mereka produksi di antaranya adalah tas pakaian besar, tas pakaian bayi, tas Nano (tas pakaian dengan ukuran kecil), tas ransel dan dompet.

Produk tas bordir memiliki pasar yang lebih luas. Saat ini, jumlah permintaan ekspor terus meningkat setiap bulannya, bahkan beberapa permintaan dari pasar ekspor terus berdatangan. Begitu juga permintaan yang berasal dari pasar lokal disejumlah provinsi lainnya di Indonesia.

Keberhasilan kelompok Syirkatun Nisa tidak terlepas dari peran bapak angkat yang membina dan membantu.

Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Lhokseumawe melalui program Klaster Industri Kreatif, sejak 2016 telah mulai membina kelompok usaha wanita tersebut. Beragam ketrampilan dan pengetahuan tentang penguatan kelompok usaha terus di injeksi oleh KPw BI Lhokseumawe.

Mulai dari Bantuan Teknis (Bantek) berupa pelatihan manajemen dan kelembagaan kelompok usaha. Pelatihan pelaporan keuangan kelompok, pel atihan pengelolaan keuangan keluarga, pelatihan desain model tas dan diikutsertakan dalam studi banding terhadap produk sejenis yang telah lebih dulu berkembang. Serta memberikan bantuan berupa mesin dan alat kerja kepada kelompok tersebut mulai dari mesin jahit, mesin potong, bordir dan bantuan alat-alat dan bahan kerja lainnya.

Tidak hanya sampai di situ, KPw Bank Indonesia Lhokseumawe juga mendukung kelompok usaha ini dengan promosi melalui berbagai kegiatan dan pameran produk industri kreatif, yang digelar di dalam maupun di luar daerah.

"Baik yang digelar oleh Bank Indonesia maupun yang diselenggarakan oleh pihak lain," kata Kepala KPw BI Lhokseumawe Yufrizal, dilansir Antara.

Terakhir saat pelaksanaan pertemuan International Monetery Fund (IMF) di Nusa Dua Bali. Tas motif Aceh, hasil produksi kelompok usaha Syirkatun Nisa yang ikut mengisi galeri stand UMKM pada pertemuan tersebut, ikut diborong oleh peserta kegiatan dari berbagai negara. Seti ap waktu rehat peserta dari berbagai delegasi menyempatkan diri bertandang ke stand UMKM Binaan BI Khokseumawe.

"Mereka umumnya melihat-lihat tas produksi motif Aceh, produksi Syirkatun Nisa yang merupakan UMKM binaan BI Lhokseumawe. Mereka juga tertarik dengan tas tradisional khas Aceh yang memiliki keunikan tersendiri namun modis dalam segala suasana," ujar Yufrizal.

Sejumlah pengunjung yang berasal dari berbagai negera, sempat berpikir bahwa tas dengan bentuk dan motif tradisional tersebut, diproduksi oleh pengrajin di Bali. Akan tetapi setelah dijelaskan bahwa produksi tas tersebut berasal dari Aceh, sebuah provinsi paling barat Indonesia, mereka semakin kagum.

"Alhasil, dari 345 item barang yang dibawa dari Aceh, sampai hari ini hanya tersisa lima item saja, sedangkan yang lainnya semua habis terjual," kata Yufrizal.

Hasilnya, dengan gencarnya promosi dan diikutersertakan pada berbagai kegiatan dan pameran oleh KPw BI Lhokseum awe, produk Syirkatun Nisa semakin dikenal oleh masyarakat konsumen. Tidak hanya di dalam daerah, akan tetapi dikenal juga di luar Aceh bahkan mulai menjamah pasar mancanegara.

2 dari 2 halaman

Berawal dari Desa

Hijab
Ilustrasi hijab (Foto: unsplash)

Usaha Syirkatun Nisa berawal dari usaha rumahan yang dilakukan oleh beberapa wanita desa, akhirnya menjelma menjadi produsen produk industri kreatif yang bernilai seni tinggi sekaligus menjadi lapangan kerja baru.

Ketua kelompok Syirkatun Nisa, Nailatul Amal, tidak menyangka jika usaha yang dibangun dengan susah payah kini telah berbuah manis. Senyum bahagia tak pernah surut dari raut wajah wanita paruh baya tersebut, kala setiap kali matanya menatap hajat yang tersampaikan.

Rasa syukur usaha yang dirintisnya dan dilakoni bersama wanita di desanya tersebut semakin membuah hasil. Karena dirinya sadar semua tidak pernah terjadi dengan sendirinya. Semua butuh waktu dan butuh proses dan satu hal yang penting adalah butuh usaha dan doa.

Wanita yang berusia 38 tahun itu berkisah, kelompok ini dibentuk pada tahun 2012 masih belum terlalu bergeliat. Atas inisiatif dirinya dan beberapa rekannya yang lain di desanya, beberapa wanita yang memiliki ketrampilan dasar menjahit bersatu dan membentuk kelompok.

Di awal pembentukan begitu berat tantangan yang dihadapi, dimana tantangan terbesar yang dihadapi adalah kepercayaan diri untuk mampu. Menyakinkan anggota kelompok untuk tetap optimis bukanlah hal mudah karena saat itu semua serba terbatas, tidak seperti kelompok Syirkatun Nisa sekarang yang telah dikenal.

Dengan semangat yang terpatri kuat dalam benaknya untuk tetap bisa, menjadi suplemen bagi Nailatul Amal tetap bertahan dengan keyakinannya. Karena dirinya optimis, kelak kelompok Syirkatun Nisa akan menjadi sebuah kelompok usaha yang mampu m enunjukkan eksistensinya.

Tahun kian berselang, Nailatul Amal bersama dengan rekan-rekannya terus mencoba menghadirkan produk dengan jumlah dan kualitas yang dimilikinya saat itu. Akibat minimnya pengetahuan di bidang model dan desain dan juga relasi.

Produk kelompok Syirkatun Nisa hanya mampu bertengger di etalase toko lokal. Nalaitul Amal, tidak patah arang meski hasil yang didapat sangat minim. Bahkan membuatnya terus termotivasi untuk berkarya dan kelak pasti ada yang akan melirik usaha kelompoknya.

Tahun 2016, tak dilupakan oleh kelompok yang berjumlah 30 orang anggota tersebut, karena sejak saat itu, KPw Bank Indonesia Lhokseumawe, membentuk Klaster Industri Kreatif pada Kelompok Syirkatun Nisa.

Pembentukan Klaster didasari dengan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Disperindag Kab. Aceh Utara No.18/19/Lsm/P/B dan No.530/377/2016 tanggal 26 September 2016, karena menjadi awal berkembangnya usaha kelompok Syirkatun Nisa.

Kini anggota kelompok S yirkatun Nisa hidupnya menjadi lebih baik. Taraf kehidupan yang disandingkan dengan jumlah pendapatan cocok sudah.

Setiap bulannya mereka mampu memperoleh penghasilan antara Rp3 juta hingga Rp 6 juta perbulan. Di antara anggota kelompok tersebut, ada yang sudah mampu membangun rumah, menyekolahkan anaknya dengan baik dan juga membantu kebutuhan kehidupan sehari-sehari.

Seperti diungkapkan oleh Dahniar (34), salah seorang anggota kelompok Syirkatun Nisa. Wanita yang tinggal di Dusun Balee Sukon, Gampong Blang Karing, Kecamatan Nisam, Aceh Utara, yang memiliki cacat fisik seumur hidup yang sulit berjalan itu, sudah empat tahun bergabung dengan kelompok usaha wanita tersebut.

Sebelum bergabung dengan kelompok usaha Syirkatun Nisa, Dahniar telah melakukan pekerjaannya sebagai pengrajin bordir. Namun jerih payah yang didapatnya sangat rendah serta tidak sebanding dengan peluh keringatnya yang keluar.

Namun, sejak bergabung dengan kelompok usaha Syirkatun N isa, penghasilannya mulai meningkat dan mulai mengubah kehidupannya dan keluarganya menjadi lebih baik, karena penghasilan yang didapat jauh lebih lumanyan jika dibandingkan sebelumnya.

Dengan penghasilannya itu pula, Dahniar mencukupi kebutuhan ibu dan adik-adiknya. mulai dari kebutuhan makan sehari-hari hingga pendidikan adik-adiknya juga terbantu olehnya.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh beberapa anggota kelompok usaha lainnya yang mengaku sangat terbantu dari segi ekonomi karena meningkatnya permintaan produk industri kreatif yang mereka hasilkan kian mendapat tempat di hati konsumen.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Edi Wahyuni, seorang petani yang mampu membuat pupuk cair organik.

Sumber: Berita Aceh

thumbnail

Posted by On 11:53 PM

BREAKING NEWS: Longsor Kembali Tutupi Jalan Nasional di Aceh Jaya, Lalu Lintas Dialihkan

BREAKING NEWS: Longsor Kembali Tutupi Jalan Nasional di Aceh Jaya, Lalu Lintas Dialihkan

saat ini lalu lintas juga kembali dialihkan menggunakan jalan alternatif atau jalan lama

BREAKING NEWS: Longsor Kembali Tutupi Jalan Nasional di Aceh Jaya, Lalu Lintas DialihkanFOR SERAMBINEWS.COMKondisi jalan Nasional kawasan kilometer 132 Gunong Cuencrang, Desa Sawang, Kecamatan Setia Bakti, Aceh Jaya kembali lumpuh total akibat longsor

Laporan Riski Bintang | Aceh Jaya

SERAMBINEWS.COM, CALANG - Jalan nasional Banda Aceh- Aceh Jaya di kawasan kilometer 132 Gunong Cuencrang, Desa Sawang, Kecamatan Setia Bakti, Aceh Jaya kembali lu mpuh total akibat longsor.

Informasi yang diperoleh Serambinews.com, Sabtu (3/11/2018) longsor tersebut terjadi sekitar pukul 18.30 menjelang waktu magrib.

Baca: Longsor di Jalan Nasional Km 132 Gunong Cuencrang Aceh Jaya Terekam Video, Kini Sudah Bisa Dilewati

Namun, kali ini jalan tersebut lumpuh total akibat longsor buatan dari pihak BPBK Aceh Jaya.

Kabid Pencegah dan Penanggulangan BPBK Aceh Jaya Ismail yang dihubungi Serambinews.com, membenarkan jika lokasi tersebut kembali longsor.

"Iya benar longsor lagi, tapi longsornya sengaja dibuat dengan tembakan air dari mobil Damkar agar tidak membahayakan pengguna jalan dan di bantu oleh pihak Polri dan TNI," terangnya melalui pesan WhatsApp, Sabtu (3/11/2018).

Baca: Wilayah Aceh Rawan Longsor, Peneliti Unsyiah Usulkan Pasang Baut di Lereng Batu

Ia menambahkan jika saat ini lalu lintas juga kembali dialihkan menggunakan jalan alternatif atau jalan lama.

"Jalan sementara di alihkan ke jalan aternatif," tambahnya.

Data yang diperoleh hingga saat ini pihak BPBK Aceh Jaya dibantu TNI-Polri sedang melakukan pembersihan jalan tersebut.(*)

Penulis: Riski Bintang Editor: Hadi Al Sumaterani Sumber: Serambi Indonesia Ikuti kami di Video PilihanSumber: Berita Aceh